Sertifikasi Bahasa Inggris: Yang Mana?
Disclaimer: Artikel ini hanya sebagai referensi, dan penulis tidak bertanggung jawab atas kemungkinan apabila sertifikasi yang dibutuhkan berbeda dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini. Penulis juga terbuka atas koreksi pembaca
Para pembaca tentu sudah tidak asing lagi dengan tes TOEFL. Test Of English as a Foreign Language seringkali dibutuhkan untuk melamar kerja atau melanjutkan kuliah di luar negeri. Akan tetapi, sebenarnya masih ada jenis tes bahasa Inggris lain seperti TOEIC, IELTS, GRE, dan GMAT. Mengingat biaya masing-masing tes yang berkisar antara Rp 750rb – Rp 1.5jt, tentunya akan lebih baik mengetahui masing-masing tes, sehingga kita bisa mengambil tes yang tepat sesuai dengan kebutuhan kita. Berdasarkan negara tujuan, tes yang lebih tepat adalah sebagai berikut.
Jepang / Korea Selatan
Apabila anda ingin melanjutkan studi atau bekerja ke Jepang atau Korea Selatan, TOEIC adalah sertifikasi yang paling sering digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris anda. Untungnya, TOEIC adalah yang paling mudah dan paling murah. Tesnya pun hanya berisi kemampuan membaca dan mendengar saja.
Negara Non-bahasa Inggris
Apabila anda ingin melanjutkan studi atau bekerja ke negara yang bahasanya tidak berbahasa Inggris selain Jepang dan Korea Selatan, misalkan ke Prancis, Singapura, atau Jerman, maka hampir pasti dibutuhkan TOEFL. Skor minimum yang dibutuhkan biasanya berkisar antara 550-600.
TOEFL merupakan sertifikasi yang paling populer di Indonesia. Namun hati-hati, biasanya tes TOEFL yang diadakan di tempat-tempat kursus merupakan TOEFL ITP, dan beberapa universitas tidak menerima TOEFL ITP. Dalam keterangan di websitenya pun disebutkan apabila TOEFL ITP tidak bisa digunakan untuk admission. Akan tetapi keuntungannya adalah biaya yang murah, biasanya berkisar dari Rp 50rb – Rp 200rb. Saran saya, ambillah TOEFL ITP berkali-kali sampai anda stabil di kisaran 550-600, dan setelah itu ambillah tes TOEFL asli yang berharga jutaan rupiah tersebut
Negara Berbahasa Inggris
Apabila anda ingin bekerja ke negara yang bahasanya Inggris seperti Amerika, Inggris, atau Austraila maka hampir pasti sertifikasi TOEFL atau IELTS dibutuhkan. Untuk negara yang menggunakan American English seperti Amerika atau Singapura biasanya membutuhkan TOEFL, sementara untuk yang menggunakan British English seperti Inggris, Australia, New Zealand, dan lain-lain biasanya dibutuhkan IELTS. Untuk TOEFL minimum 600, sementara untuk IELTS minimum 7.
Untuk melanjutkan studi setelah S1 di negara berbahasa Inggris, misalkan mengambil PhD di Amerika, biasanya selain TOEFL/IELTS dibutuhkan juga skor GRE atau GMAT. Berbeda dengan TOEFL/IELTS yang hanya berisi soal Bahasa Inggris, GRE berisi seperti psikotes di negara Indonesia, hanya saja berbahasa Inggris. Kosa kata yang digunakan jauh lebih luas dan rumit daripada TOEFL, dan juga akan menguras logika anda. Rasa-rasanya apabila TOEFL anda tidak mencapai 550, akan sangat sulit mendapatkan skor GRE yang bagus. GRE dibagi menjadi GRE General dan GRE Subject Test (sesuai bidang). Ada berbagai macam GRE Subject Test, seperti Computer Science, Mathematics, dll. Kemungkinan besar sekolah anda membutuhkan juga GRE Subject Test sesuai dengan bidang anda.
Sementara untuk melanjutkan studi S1 di negara berbahasa Inggris DI bidang Manajemen seperti MM atau MBA, biasanya dibutuhkan GMAT. Tes GMAT juga menyerupai GRE, bahkan lebih sulit lagi. Soal-soalnya bermacam-macam, seperti tes kuantitatif, menulis analitik, daya nalar, dan lain-lain. Pendeknya, kalau teman anda telah mengambil MBA di negara berbahasa Inggris, anda patut mengacungkan jempol padanya
So, that’s it tentang sertifikasi bahasa Inggris. Semoga berguna untuk memutuskan dalam mengambil kursus bahasa Inggris, merencanakan masa depan, atau dalam pencapaian cita-cita anda!
Tanggapan Terakhir