Onohara Haitsu April 2, 2008
Posted by Muhammad Ismail Faruqi in Diary, Jalan-Jalan.Tags: onohara haitsu
trackback
Dormitory (kos-kosan) saya bernama Onohara Haitsu. Lokasinya dekat dengan kampus, kalau naik sepeda mungkin hanya 5 menit. Letaknya juga strategis, berada tepat di atas sebuah supermarket, yang bernama Kansai Suupaa.
Onohara Haitsu memiliki 4 lantai, dimana lantai 1 dan 2 adalah parkir mobil, dan lantai 3 serta 4 adalah kamar yang disewakan. Saya sendiri tinggal di lantai 4. Sayangnya, meski memiliki 4 lantai, tak ada lift di dormitory ini. Bahwa saya berhasil menyeret-memikul tas bagasi saya seberat 27 kilo ke lantai 4, membuktikan bahwa Onohara Haitsu merupakan tempat yang cukup baik untuk berlatih mengangkat beban.
Kecewa
Sesampainya di lantai 4 (tentu saja dengan beban 27 kg tersebut), saya segera membuka kunci kamar saya. Yang pertama kali saya rasakan adalah kekecewaan. Kekecewaan pertama dikarenakan kamar saya kosong melompong. Tidak ada perabot sama sekali. Sementara suhu di sini hanya sekitar 10 derajat C. “Bagaimana saya bisa tidur?”, pikir saya.
Kekecewaan kedua adalah bahwa untuk setiap 24 kamar, hanya tersedia 2 toilet dan 1 bathroom. Toilet di sini hanya jamban + tisu rol saja. Maaf buat orang Indonesia, tidak ada air untuk membersihkan kotoran. Gunakan tisu.
Kekecewaan ketiga adalah jeleknya benda-benda yang ada di kamar saya. Lemari baju (oshire) tidak memiliki penutup. Tidak ada pula besi untuk menggantung baju. Penghangat yang ada kotor dan rusak, berbunyi seperti genset diesel jika dinyalakan.
Kekecewaan terakhir adalah karena saya telah membayar 100,000 yen untuk ini, sementara teman saya yang hanya membayar 50,000 yen untuk bulan ini mendapatkan fasilitas kamar seperti hotel, lengkap dengan perabot, elektronik, dan kamar mandi pribadi.
Saya hanya bisa menghela nafas. Apa boleh buat. Tiba-tiba Ino-sensei berkata,
“Uki-san, sekarang dilist aja barang yang harus dibeli. Setelah ini kita akan langsung belanja bersama”, kata Ino-sensei.
Saya pun segera me-list barang-barang yang akan saya beli. Tadinya saya akan membeli banyak, tapi saya teringat bahwa teman-teman Indonesia yang tinggal dekat sini akan memberikan barang-barang yang tidak terpakai. Sehingga akhirnya, saya hanya membeli jam dan nasi. Setelah belanja dari sana, Ino-sensei, Munekawa-san, dan Okuyama-san kembali ke lab, sehingga saya tinggal sendirian kamar.




Jadi penasaran gmn kamarnya kang uqi pasca aep dan aji …
apakah lebih rapi atau lebih berantakan heuheu …
note:lingnya ke blog saya dgnti dong kang ke myanuar.wordpress.com
wehehe, udah di jepang yak. selamat… semoga sukses. lanjutin ceritanya yak. udah kadung nongkrong nih!