Anak-anak Belajar dari Kehidupan June 6, 2007
Posted by Muhammad Ismail Faruqi in Cinta dan Keluarga, Puisi.trackback
Ada sebuah puisi yang sangat indah tentang anak-anak. Saat ini, puisi tersebut saya jadikan “kode etik” saat mengajar anak ideologis saya (murid-murid TPA). Semoga puisi ini tetap menjadi kode etik jika sudah saatnya mendidik anak biologis saya.
Mudah-mudahan puisi ini tidak lekang dimakan waktu.
Anak-anak Belajar dari Kehidupan
Jika anak hidup dengan kritikan, ia akan belajar untuk mengutuk
Jika anak hidup dengan kekerasan, ia akan belajar untuk melawan
Jika anak hidup dengan ejekan, ia akan belajar untuk menjadi pemalu
Jika anak hidup dengan dipermalukan, ia akan belajar merasa bersalah
Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar bersabar
Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar menghargai
Jika anak hidup dengan tindakan jujur, ia akan belajar tentang keadilan
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar mempercayai
Jika anak hidup dengan persetujuan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya
Jika anak hidup dengan cinta dan persahabatan,
ia akan belajar untuk menemukan cinta di muka bumi ini.
(taken from “Emotional Quality Management”)

Wah, iya… iya… Aku pernah baca puisi itu. Suka banget malah… Keren…
Iya saya juga. Baca pas SMA kalau nggak salah. Susah banget nyarinya lho… bukunya dah gak ada, majalah yang muat juga dah ilang… akhirnya ngubek-ngubek di internet ketemu juga (cuma 1 link!)
ya,, puisi ini memang bagus
terpikir juga, kalau konteks puisi yang sama diubah menjadi untuk orang dewasa, ‘anak’
Makanya jangan salahkan saya kalo suka mengutuk dan tidak percaya diri..
@Arie: That part of you, I fully understand.
Do you?
Akan saya coba terapkan dalam pengajaran anak-anak ideologis saya juga (TPA Al-Mubarok).
Memang tidak mudah untuk menjadi ayah yang baik,, paling tidak belajar menjadi ayah yang baik.
benar sekali…makanya jadi orang tua jangan cuma pinter bikin anak…tapi juga harus ointer didik anak. jangan dikira cuma anak yang durhaka kpd orgtw…orgtua juga bisa durhaka pada anak jika hasil didikannya buat si anak jadi durhaka