jump to navigation

Cireng Premium February 27, 2007

Posted by Muhammad Ismail Faruqi in Diary, Makanan.
trackback

Mesjid Salman adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ITB dengan segala keunikannya tersendiri. Salah satunya, kalau anda melalui Salman –baik untuk shalat, makan, atau ketemu teman- anda akan mendapati seorang ibu bersama beberapa akhwat berjilbab lebar sedang menjual cireng (aci digoreng). Lho, kok ada mahasiswa yang menjual cireng bersama ibu yang lanjut usia? Ternyata ada cerita di balik cireng dan akhwat-akhwat berjilbab lebar ini. Penasaran kan?

Keberadaan para akhwat tersebut ternyata bukannya tanpa alasan. Mereka ada hubungannya dengan awal penjualan Cireng Premium ini. Saya mendapatkan kesempatan mewawancarai salah satu dari mereka (although barely). Namanya Anna (FMIPA ’06). Anna mengatakan bahwa cireng ini merupakan inovasi seorang akhwat angkatan 2003. Karena kalau dijual sendiri sulit dimonitor, maka penjualan cireng ini dititipkan ke si ibu penjual cireng sekarang. Mengapa mereka memilih ibu ini? Menurut Anna, ibu ini dipilih karena ia tidak mencari kesempatan menjual dagagannya di tengah bantuan yang datang dari orang lain. Selain itu, ibu ini orangnya baik dan terbuka, tidak seperti pedagang lainnya. Jadilah, sang ibu mendapat kepercayaan untuk menjajakan cireng premium ini. Singkat kata, Anna dan teman-temannya berhasil mengangkat kehidupan ekonomi sang ibu lewat cireng ini.

Oh ya, kenapa sih cireng ini saya namakan Cireng Premium? Ya karena harga yang disandangnya cukup mahal, yakni Rp 1.000 per cireng. Bandingkan dengan Rp 333,33 yang biasa dijual tukang gorengan. Mengapa harganya premium? Karena isinya premium pula. Coba, mana ada cireng yang isinya:

  1. Keju
  2. Ayam Pedas
  3. Kornet Pedas
  4. Kornet Tidak Pedas
  5. Sosis Pedas

Unik kan? Bentuknya pun bervariasi. Ada segitiga, bulan sabit, bundar, bahkan shuriken (nanda yo!). Sepertinya, bentuk tersebut digunakan penjual cireng untuk mengenali jeroan cireng. Bagaimana rasanya? Cukup memberikan sensasi, walaupun ‘cireng tetap cireng meski dibalut bahan lain’. Namun jangan salah, dari hasil observasi, cukup banyak penggemar cireng ini. Bahkan ‘penikmat cireng premium’ ini seringkali datang berkelompok untuk menikmatinya di Taman Ganesha. Artinya, rasa Cireng Premium ini patut diperhitungkan. Jika anda ke Salman, cobalah sesekali mampir untuk menikmati cireng ini.

Cireng Premium, Bentuknya Macam-macam Ayo Dibeli Cirengnya…

Menurut saya, apa yang dilakukan Anna dan teman-temannya merupakan salah satu solusi yang tepat dalam menangani jumlah pengemis yang semakin membengkak di Bandung ini. Dalam peribahasa, daripada memberi para pengemis “ikan”, lebih baik memberi “kail yang dapat digunakan untuk memancing ikan”. Saya angkat topi untuk mereka!

Comments»

1. Arie - February 28, 2007

Hmm.. cireng keju…. yummy… Kapan konsumsi asisten pake cireng keju?? Dukung banget.. !! Hehehe..

2. Muhammad Ismail Faruqi - March 1, 2007

Nanti rie, kalau ada rapat saya akan beli cireng dari tukang gorengan…. dan keju parut….

3. Arie - March 2, 2007

Ngeri banget.. lumayan kan kalo dikasih lagi 50rb ama Ibu. BIsa beli cireng keju 50 biji. Terus dibagi ke 13 orang.

4. agung - May 4, 2007

ow,gitu to ceritanya.kongkrit juga ya. deket rumah saya ada mas2 baru buka bisnis jualan cireng tapi tak lama, tutup. Namanya cireng gaul. Mungkin kalo diubah jadi premium dan dijual oleh akhwat2 itu mungkin jadi laku

5. chepi rampat - November 1, 2007

sekarang ini banyak aneka cireng isi.contohnya cireng :nasa,gaul,bandung,cantik,roxy,martin,rampat dll.sampai ngga terhitung segitu banyaknya.cireng pertama kali dibuat oleh seseorang yg begitu beruntug sekali mendapatkan ide bikin cireng,cuma dulu hanya cireng biasa2 aja contohnya isi oncom,harganya pun sekitar Rp.300 perak.itu juga pelengkap tukang gorengan lainya: bala2,gehu,pisang goreng dll.saya kecewa segitu banyaknya penjual aneka cireng isi.tapi cuma satu yg pertama kali yg bikin ide yg bikin sebegitu tenarnya.ibu ani (aneka cireng isi ”RAMPAT” )eh !malahan yg lainya ikut nimrung mau untung.malu tuh!kalau mau lebih jelasnya bisa menghubungi ibu ani.alamat jl.cemara selatan sukajadi bandung.apalagi punya depkes.dijamin halal tuh! dan memuaskan.kalau pingin tau aneka cireng isi produksi ibu ani rampat .cireng isi baso,sosis,daging sapi,daging ayam,oncom,kacang pedas,keju,kornet keju.bentuknya juga cantik2 tuh!rasa dijamin pool enak,isinya juga banyak,bisa tahan 3 hari, dalam waktu tiga hari tersebut ngga bakalan basi kalau tidak di goreng.pokonya puas dah! pedasnya juga pas banget! harganya pun standar mulai dari Rp.1000 – Rp.1300 perak.nah ! sekarang tinggal anda yg menentukan mau beli cireng isi yang asli atau yg palsu (bajakan).hak pilih ditangan anda! cireng rampat semuanya 50 cabang tersebar di seluruh bandung- cimahi,rencana bakalan produksi di luar kota,jakarta,bali, jawa,kalimantan,padang,apalagi udah ada yg mau kerja sama di malaysia.yg belinya juga mulai dari anak kecil,anak muda,orang tua,artis ,para pejabat ,juga tetangga sendiri udah ngerasain aneka cireng isi rampat.ok.!segitu aja curhatnya .sory ya kalau ada yg tersinggung,apalagi yg dibajak lebih dari tersinggung.maklum orang indonesia.kapan indonesia punya ide bikin orang2 pada kaya.mohon maaf kepada penjual cireng isi.jangan sakit hati ya! maklum orang sunda.sampai jumpa lagi di ide makanan lainya.bandung terkenal dengan makanan aneh2 dan enak2.juga untuk abad ini paling terkenal dengan paris van javanya itu bo.! alamat di sukajadi bandung.ayo pada datang belanja rame2.ajak keluarga.dahh……………………

6. bedull - November 12, 2007

aku hobi sekali makan cireng apalagi makannya di saat nonton layar tancap,ya!walaupun terbuat dari sagu dan bumbu kacang itu adalah makanan kesukaanku waktu aku masih SD…sekarang aku kangen banget sama cireng itu,dimana ya aku bisa mendapatkannya?????????

7. andri - November 12, 2007

aku hobi sekali makan cireng apalagi makannya di saat nonton layar tancap,ya!walaupun terbuat dari sagu dan bumbu kacang itu adalah makanan kesukaanku waktu aku masih SD…sekarang aku kangen banget sama cireng itu,dimana ya aku bisa mendapatkannya?????????

8. dede - December 17, 2007

mas / mba penyuka cireng ya… sama kalo gituh..wah pernah nyobain cireng dago plaza blun… cobain deh… pokoknya rasanya beda… dari yang biasa… yummmyyy… tp selera orang pasti berbeda2 dong… cuman menurut gwe tuh cireng… beda bgt deh… wanna try…

9. Arief Munandar - March 26, 2008

Btw, cireng itu apaan sih?

10. mita - April 2, 2008

uqi..boleh tanya gimana menghubungi ibu ani yang jualan cireng…tolong ya…minta no telp-nya aja deh boleh…makasihh

11. U_dhiza - August 3, 2008

asw.boleh klarifikasi ga ya?:)
kebetulan cireng yg di taman ganesha itu kami yang merintis. jadi sejak sebelum cireng isi sudah booming, alhamdulillah kami 2 orang anak farmasi angkatan 2004 merintis usaha ini sejak Oktober 2006 di ITB. anna adalah adik kelas kami yang mewawancarai cireng isi kami, syukron untuk anna sehingga cireng isi kami bisa dimuat disini :) . laryawan kami juga penduduk sekitar gelapnyawang, bila mereka diberi kesempatan ternyata mereka adalah pekerja keras dan mau berusaha.
karena dulu kami masih aktif disalman jadi yang banyak beli juga karyawan, akhwat dan ikhwan salman. sekarang setelah dua tahun usaha kami setelah ujian yang bertubi2 dan tiga kali ganti karyawan, alhamdulilah usaha kami berkembang menjadi 2cabang. yaitu didepan gerbang salman ITB dan di depan Bank BNI Kebun Binatang. sedangkan 2 cabang kami lainnya yaitu taman ganesha dan pelesiran, karyawannya sudah mandiri sendiri. cireng isi berbeda dengan cireng rampat buatan ibu Ani, tiap jenis cireng memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. silahkan bila teman2 berkunjung ke salman dan ITB, mencoba cireng ini :)
salahsatu klebihan cireng kami adalah minyak yang digunakan untuk menggoreng tidak pernah bekas, kami selalu mengganti dengan minyak baru setiap hari, sehingga InsyaAllah lebih sehat :)
bila teman2 ingin memesan untuk mudik atau oleh-oleh juga bisa, silahkan hubungi 02292588531 dan datang langsng ke cabang utama kami di depan gerbang salman ITB,Jl. Ganesha 10.

12. Oky - November 1, 2008

halah,,,,, tu apaan disangka niru” cireng nasa di bawa”

ya wajar lah…cireng kan asli jawa barat,,, jadi wajar klo asli orang sunda bikin cireng isi juga,,,, jadi jangan asl ngomong buat chepi rampat…. ga sopan tuch kamu…. saya adik yang punya nasa cireng isi!!! soal yang ngenilai rasa dan kualitas barang hanya konsumen,,jadi jangan seenak nya ngatain palsu ato apa…!!!! cireng nasa pun udah lama punya certificate halal dari LP POM dan PEMDA jawabarat!!!!!!!

soal resep… bukan Ibu ani aja yang bisa… ya wajar kan klo cireng nasa di bikin racikan oleh Kaka saya yang emang di keluarga pada suka masak… di tambah Kaka sepupu yang Kepala Koki di hotel Sari ater… mana yang kuat yang yang rasa nya enak…tu semua konsumen yang nentuin!!!! klo kamu ngomong kya gtu brati kamu tu syirik ato bagaimana….!!! yang jelas saya ga suka usaha keluarga di samain ma cireng isi sapapun….

sok aja mau kejar ampe mana…. cireng nasa hanya 1000-1200 /cireng isi…. kita ga pernah ambil banyak untung yang penting majang waktu….!!!! di cimahi Nasa cireng isi yang pegang………

bulseettt klo kalian mau buka di luar pulau… silah kan buktikan dulu baru aku bisa tepuk tangan…jadi jangan besar di mulut aja….!!!!!

kebetulan kita udah buka ampe jakarta….. sok aja kejar kmana aja… slama kalian sanggup!!!! sepupu temen gw dah nawarinbuat buka di germany…. apa mau nyusul juga????? silah kan di tunggu

hahahhahahaha…..

silah kan buktikan dulu…baru ngomong sekena nya!!!!

13. Oky - November 1, 2008

kita tu sama sama…usaha cireng isi,,,,

jangan saling menjatuhkan klo bisa…..tapi saling dukung saling bagi rejeki…. tong maruk jadi jelema teh….!!! da yang ngatur mah hanya allah swt… jadi jangan ngomong se enak nya!!!!

kalian dapet rejeki nya di mana…aku pun dapet rejeki nya dimana,,tu gada yang tau…..!!!!

jadi klo soal saingan mah wajar da bisnis… tapi saya hanya ga suka klo di banding”kan…. dan di sama”kan,,,,,

setiap cireng isi dan setiap tempat yang produksi pasti punya kelebihan masing” jadi jangan ngomong se enak nya!!!!

jadi tolong … dan harap jangan saling menjatuhkan….

semua yang ngenilai hanya konsumen…bukan diri kita sendiri

syukur” semua omongan kalian tu bener,,,,
tapi klo engga yang malu sapa….ya diri kalian sendiri

tapi saya tetep bilang ” BUAT DI JAWA BARAT ” NASA CIRENG ISI LEBIH GURIH DAN BERGIZI KETIMBANG CIRENG ISI MANA PUN!!!

oiya 1 lagi…. BUAT pegawai BU ANI….bilang ke pegawai nya yang datang ke tempat saya…. tolong bayar cireng isi yang udah di beli dari Nasa pusat cireng isi sebanyak 6 buah seharga 6600 rupiah tolong di bayar…. walo sedikit tapi itu hasil kerja yang halal….!!!!
jadi jangan mikir pengen gratisan…..

namanya kerja dan usaha kecil”an jangan di sepelekan!!!

papay…makasih

14. Oky - November 1, 2008

kenapa saya bilang itu pegawai bu ani…karena pas datang” dia ngbangga”in cireng bu ani,,, ya mungkin wajar karena dia pegawi ibu….

tapi dia telah salah tempat buat ngomong itu…. ke jadian itu waktu di cimindi,,, kebetulan saya di bagian pusat penjualan nasa cireng isi!!! klo produksi ya di rumah sendiri….

dia pesen cireng yang kebetulan yang saya pegang harga nya serba rp.1100,- pas saya tanya pegawai yang kerja ” si aa itu dah bayar apa blun?? saya kira dah bayar,,,eh ternyata belun… ya mungkin lupa ato di sengaja… yang jelas dia bilang ” saya pegawai Bu ani bagian pengolahan cireng di lantai atas….!!!!

dah lagi banyak pembeli dia ngebanggain cireng rampat… dan saya sendiri ngebanggain cireng Nasa,,,, karena itu tempat saya jualan, jadi saya bilang se wajar nya…. cuma kurang depan… kenapa ga bilang depan yang punya Nasa Cireng Isi langsung klo mau ngbanggain…. paling di cacag,,, ari teu sopan ngomong na mah!!!!

punten kang,,,, akang mah sopan pisan…tapi geus kaliwat soapn ampe poho teu mayar…..!!!!

punten ka sadayana…. mun abdi nyarios na kasar!!!!

da abdi mah kieu mun aya nu nyarios keun cireng Nasa sok panas jadi sok hayang na teuh…. kumaha nya….!!!!!
abdi mah cepet kasinggung oge,,,, punten oge ka kang chepi!!!!!!!

rada di ajar we…lamun pernah sakola mah….
tinu tata bahasa nu enak ngadangu na tapi teu nga babetkeun nu boga usaha cireng oge……

punten yeuh…..

15. idaii - November 1, 2008

cireng isi.. pedes” kebetulan gw dah pernah coba semua tempat yag jual cireng isi di jawabarat…. smakin naik harga makin sedikit isi nya.

gw dah coba yang namanya cireng nasa,rampat,cipaganti,gaul,raja,rumah cireng isi,bandung,roxy,gazebo,dll!!! tapi kebetulan gw ma temen” suka nongkrong di cihanjuang… yang tempat nya ada pujasera cihanjuang nya Jl.kecamatn 10 cimahi utara deket ke pemkot cimahi… disitu enak banget buat nongkrong dan kebetulan banyak macam” jajanan lain nya,,, jadi kita ga tlalu fokus ma cireng isi aja….!!!!

tapi gw sech… yang kerasa nikmat ampe dalem” & isi nya banyak di + harga murah hanya cireng nasa wee… da euunnaaak!!!!

hahahhahaha….

sumpah nya 2 jempol tangan dech…

buat cireng nasa ” PERTAHANIN Yak RASA NYA”

sankyuu

16. knebi - December 3, 2008

semua nya sah sah aja, dan berhak berkibar dengan bendera masing-masing. pastilah semua jg bakalan mengunggulkan cireng produksi nya sendiri. dan itu wajar dalam dunia bisnis. jadi ga perlu di permasalahkan lah.
siapa duluan bikin cireng isi tentunya perlu ada survey dan data-data pendukung lainnya, siapa duluan yang buka (taun brpa…?), siapa duluan yang punya ide, siapa duluan yang mulai memasarkan, dsb, itu semua harus ada analisisnya, ga bisa asal ngomong klo gada bukti autentiknya.
sekarang tinggal konsumen yang menilai….
dan jangan salah juga setiap konsumen punya selera masing-masing, jd klo kata orang enak belum tentu itu berlaku untuk kita atau yang lainnya.
dan setiap podusen cireng isi jg masing-masing punya resep sendiri, jadi marilah kita bersaing secara sehat.
memang isunya sih klo para pendiri beberapa merk cireng isi di bandung ini ada beberapa yang ex-pegawai rampat yang mencoba merintis sendiri, benar tidaknya silahkan anda survey sendiri. tapi klo menurut pengamatan saya pribadi sih memang ada sebagian pemilik merk cireng isi yang memang Ex-pegawai rampat, bu Ani yang notabene pemilik Rampat jg tentunya mengetahui perkembangan dunia cireng isi ini.
jadi saya setuju klo kita ga perlu saling menjatuhkan, ya sebisa mungkin kita saling dukung dan bersaing secara sehat.
Ok brur……. rejeki mah da moal kamamana lamun emang geus milikna mah…. tul ga……

17. winces - December 16, 2008

kalo mau aq maujualan cireng isi gimana caranya ?
cireng rampat , nasa atau yanglainnya……minta infonya dong

18. yudi - February 18, 2009

wilujeng tepang….! dimana yack kalo nyari agen cireng isi, atau jenis apa saja, sama pempek, buat julan lagi harganya yang lumayan murah yang pasti di daerah bandung, biar ga jauh blanjanya. ditunggu infonya lewat emailnya. Nuhun….

19. vino - February 19, 2009

mw nanyain dimana yah bwt agennya? ini franchise jg ya? karna saya rencana mw buka di luar kota,misal di pulau sumatra,bisa gk ya bwt pengirimannya? klo bleh tau tentang list harga n kerjasama nya untuk via luar kota,,maksi ditunggu infonya ke alamat email saya

20. vino - February 19, 2009
21. sammy - May 19, 2009

saya jualan cireng di daerah KARAWANG, Saat ini saya di suplay oleh salah satu nama cireng diatas, akan tetapi ada kesulitan tyerhadap suplayer cireng tersebut. adakah yang bisa mensuplay untuk geray saya? dengan catatan Rp. 1000/biji sudah di tempat. ( Sony 0818 627 545)

22. F_R - September 25, 2009

Bener juga, kebiasaan kita urang jawa barat mah kitu sok teu enak hate (sakit hati) klaim sana-sini… pantas saja kita masih kalah sama orang pendatang yang mana mereka bisa sukses berdagang.

Urang kita mah mun aya nu leuwih murah/hebat/bagus kita suka pedit (pelit) berbagi hal untuk kemajuan. Saya punya cerita sedikit ditempat saya:
Orang disebelah saya orang padang dan berjualan baju muslim, mereka kalau punya info tepat kulakan baju yang lebih murah mereka saling cerita dan jika kesulitan mereka sering bertukar pikiran untuk menemukan solusi dari masalah tsb.. Tapi kalau orang sunda mah boro-boro kasih tahu tempat untuk kulakan yang murah, kita pinjem barang untuk ditoko sendiri saja kadang suka susah.

Jadi pendapat saya mah kita seharusnya saling mendukung, bukan untuk usaha cireng saja (f&b) tapi semua jenis usaha harus saling bahu membahu. apalagi sekarang mulai berdatangan produk dari luar yang lebih murah terutama China dan India..
Begitu saja komentar saya. Thk

23. nufus - October 9, 2009

Dear all,,

mohon info…
jadi tuh cireng di jakarta ada pa nggak…??!!

lagi pengen niiiihhh,,,,
sangat banget banget,,,
buat suami nyidammm,,,, :’(